Posts

Showing posts from January, 2013

Sebuah Puisi

Image
Sumber gambar : http://teddyafrizal.blogspot.com/2012_05_01_archive.html

BERPISAH ATAU TERPISAH?
Hai, kamu yang terindah! Masihkah bergelut pada petikan senar gitarmu? Masihkah bernyanyi  seperti dulu? Atau masihkah kamu bermimpi tentang kita?
Hai, kamu yang tak terlupakan! Masih kuingat suara petikan senar gitarmu Masih kuingat suara merdumu Aku masih bermimpi tentang kita
Bersama hujan kita dendangkan kidung cinta Hingga air di langit sudah mongering Pelangi menyembul menarik garis warna Meresapi terpaan bayu membelai  mendayu
“Aku suka hujan!” bisikmu padaku “Aku suka pelangi!” bisikku padamu “Dan Matahari laksana cinta yang menyatukan…,” “Menyatukan dua sukma  di dalam raga yang terpisah.”
Hujan masih basah, pelangi masih berwarna Dan Matahari pun masih memancarkan sinar Namun, apakah kamu masih tetap sama? Sama  seperti  empat tahun yang lalu?
Ingin kudengar lagi permainan nada-nadamu Ingin kunikmati lagi merdunya suara nan menenangkan Ingin kurasakan napasmu dan memandangi matamu Ingin kuhadirkan kembal…

SURAT UNTUK IBU

Image
SELARIK KATA BERKIDUNG KASIH
Ibuku tercinta…. Dalam naungan kasih dan sayangmu, aku menatap dunia. Tiada nada indah yang mampu kuberikan untuk menggantikan kidung cinta yang kaulantunkan untukku. Meski dirimu tak tahu setiap helaan napasku akankah melahirkan kebanggaan untukmu, dengan segenap hidupmu selalu kauberikan yang terbaik untuk diriku. Kasihmu tak sebening embun pagi. Sayangmu tak seindah permata yang berkilauan. Cintamu tak seluas Samudera Pasifik yang membentang,   Ibu, karena kasih, sayang dan cintamu melebihi semuanya itu. Kau laksana matahari yang memberikan sinar bahagia untukku. Aku adalah benda langit yang mengelilingimu. Aku tak ingin menjadi Sedna yang jauh darimu. Aku ingin menjadi Merkurius yang paling dekat dengamu dan setiap saat dapat merasakan kehangatanmu.
Ibuku tersayang…. Dalam dekapan hangatmu, selalu kauceritakan bagaimana aku harus menghadapi hidup yang terkadang ramah namun tak jarang jua dapat menimbulkan kenistaan. Dengan wajah lugu tak mengerti, selalu a…