CERITAKU-SUNSILK HOLIDAY TO DUBAI 2016 (1)

sumber foto: dream.co.id


Impian, bagiku merupakan sebuah napas. Impian membuatku terus bangkit dan berjuang. Salah satu impianku yang hingga saat ini belum tercapai adalah pergi ke Jepang. Banyak alasan yang membuatku ingin sekali menapakkan kaki di Negeri Sakura itu. "Aku berharap suatu saat nanti Jepang akan menjadi perjalanan ke luar negeri pertamaku", seperti itulah impian yang kutuliskan di suatu hari.

Akan tetapi Allah SWT, memiliki rencana lain. Rencana yang tak pernah kuduga sebelumnya. Saat tabunganku belum juga cukup untuk terbang ke Negeri Matahari Terbit tersebut, Allah memberikan rezeki besarnya untukku. Alhamdulillah wa syukurillah. Airmata bahagiaku mengalir dengan sendirinya saat berita bahagia itu kuterima di suatu senja.

Awal mulanya aku tahu info mengenai Sunsilk Holiday to Dubai dari facebook. Aku memutuskan untuk ikut karena itu bukan undian. Jika undian, tentu saja aku sudah menyerah di awal karena untuk hal itu akan sangat kecil sekali kemungkinan untuk menang. Jadi di program itu, peserta cukup  menuliskan impiannya. Nanti dipilih enam orang pemenang dengan tulisan paling kreatif dan inspiratif. Saat itu aku belum langsung mensubmit tulisan karena tanggal deadline-nya masih lama (kebiasaan, hahaa).

Waktu terus berlalu. Aku nyaris saja lupa. Hari itu tanggal 28 September 2016, yang artinya tinggal dua hari lagi untuk mengikuti program sunsilk holiday tersebut. Sore harinya aku membeli sunsilk hijab shampoo dan conditioner di Indomaret, karena aku ingin ikut program itu dengan memakai kode unik. Malamnya, sambil menonton acara AMI Awards 2016, karena ada Jojo Idol Junior (artis idolaku :D) yang masuk menjadi salah satu nominasi di kategori Artis Solo Laki-Laki Anak-anak Terbaik, aku men-submit sebuah tulisan. Dalam hati kuberkata, "Ini iseng saja, hitung-hitung sebagai sebuah usaha." Aku tidak terlalu berharap karena peserta yang ikut banyak sekali. Aku tahu itu karena melihat komentar di facebook sunsilk, yang telah mencapai ribuan orang.

Di suatu siang, saat itu aku masih di kantor dengan rutinitas pekerjaan seperti biasanya, aku mendapat sebuah telepon. Sang penelepon, salah satu tim dari sunsilk, menanyakan apakah benar aku pernah mengikuti program sunsilk holiday to dubai.

Deg! Bisa-bisanya aku melupakan sebuah program berhadiah besar yang aku ikuti. Tadi si penelepon  mengatakan bahwa aku masuk 10 kandidat terpilih, yang nantinya akan diseleksi lagi menjadi enam orang pemenang. Ia juga menanyakan apakah aku memiliki paspor dan siapkah jika berangkat ke Dubai di tanggal yang mereka tentukan. Di sini aku mulai khawatir karena aku belum memiliki paspor. Aku takut faktor itu menjadi salah satu penentu untuk lolos tidaknya menjadi salah satu pemenang. Pengumuman pemenang bisa dilihat keesokan harinya di twitter dan  instagram sunsilk, begitu kalimat terakhir si penelepon. Saat itu aku baru teringat kembali dan segera mengecek tanggal pengumuman pemenang untuk meyakinkanku. Benar saja, pengumuman pemenang sunsilk holiday itu besok.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku datang ke kantor imigrasi Kota Palembang untuk mengurus pembuatan paspor. Lagi-lagi dalam hal ini aku tidak terlalu berharap. Jika memang aku jadi salah satu pemenang, pasporku sudah disiapkan. Jika tidak menang, berarti paspor ini langkah awalku untuk persiapan ke Jepang nanti. (Hehe...). Proses pembuatan paspor ternyata tidak ribet, hanya saja kita harus sabar untuk menunggu antrian. Ternyata banyak sekali yang ingin pergi keluar negeri ya. Kantor imigrasi sampai ramai sekali. Oh iya, pengalaman membuat paspor akan kutuliskan terpisah dari tulisan ini. :)

Kebetulan hari itu aku bertugas mengaudit di Palembang, sehingga memudahkanku untuk mengurusi pembuatan paspor. Seandainya saja kalau sedang di Inderalaya, kemungkinan aku akan bolos di hari itu :D . Sekitar pukul 11 siang, urusanku di kantor imigrasi selesai. Paspor jadi tiga hari ke depan. Aku kembali ke tempat kerjaku, dan di sana aku harus menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari teman kerja satu timku, karena kemarin memang aku bercerita tentang hal ini ke mereka. Kalian harus tahu, hari itu dari pagi saat mengantri untuk membuat paspor hingga aku sudah di tempat kerja lagi, aku sudah beberapa kali mengecek akun twitter sunsilk. Ternyata pengumuman belum ada.

Baru sekitar pukul setengah lima sore, saat aku sedang di perjalanan pulang, aku iseng buka instagram sunsilk. Pengumuman pemenang sudah ada. Ya Allah, di tengah kemacetan jalanan Palembang, aku melihat namaku di antara enam orang pemenang yang akan mendapatkan hadiah liburan ke Dubai bersama Laudya Chintya Bella. Beberapa tetes airmata bahagiaku mengalir begitu saja. Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah. ^_^



Inilah artikel tentang masing-masing impian dari enam pemenang Program Sunsilk Holiday to Dubai Tahun 2016.

klik di sini

Cerita selanjutnya (bagian 2) akan kuposting lagi. Ditunggu ya.... :)

Comments

  1. Terharu banget ya,, *samaloh
    Pertamakalinya dapat hadiah liburan ke LN sungguh sesuatu banget.
    Moga ada satu waktu kita bisa ketemu lagi yaa dalam moment manis kayak gini lagi. Tetap semangat yaa murnii... *pelukjauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah.
      Mbak July juga selalu semangat ya😊
      #balespeluk

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

LOMBA MENULIS PUISI “JIKA INI ULANG TAHUN TERAKHIRKU”