PUISI: DI BALIK TANGISAN PALESTINA

Kumandang subuh basuh luka-luka panjang
Kini lukisan langit pagi kembali menjelang
Kuncup kusuma satu demi satu telah mengembang
Hapus sisa tangis semalam yang masih menggenang

Di tanah suci, barisan tragedi terjadi
Darah dan airmata menjadi sebuah saksi
Ribuan nyawa yang hilang membekas bukti
Betapa penderitaan menusuk-mengoyak sanubari

Palestinaku, di sudut mana lagi lahirkan kedamaian?
Semua tempat dirampas paksa penuh kebiadaban
Mortir beterbangan, peluru dilesatkan
Jerit tangis rakyatmu telah menjadi elegi perjuangan

Lihatlah!
Puing bangunan menyatu bersama tubuh tak bernyawa
Menjadi seorang martir demi Al Quds tercinta
Melawan kekejaman zionis Israel sepenuh jiwa

Dengarlah!
Gema takbir dan tangisan wanita Palestina bertalu-talu
Dentuman bombardir, tembakan rudal menyerbu
Jeritan anak-anak tak berdosa sesakkan dada memilu

Berjuanglah!
Meski genosida mengikis sedikit demi sedikit nadi rakyat bertuah
Lalu memerahkan tanah Gaza dengan darah bersimbah
Hingga menghapus Palestina dari peta-hilangkan sejarah

Lalu di mana kita?
Kita tidur enak,  makan enak, beribadah penuh ketenangan
Tak perlu menahan lapar, haus, kesakitan,  kehilangan
Tak perlu melihat genangan darah,  mendengar dentuman bom, atau nyawa yang 'terbunuhkan'

Lalu apa yang kita lakukan?
Katamu; Ah, kita saja masih hidup dalam kesusahan
Kata kalian; Ah, negeri kita saja masih ada masalah yang belum terselesaikan
Kata mereka; Urusi saja negerimu sendiri yang pemerintahannya memprihatinkan

Ah,  Palestinaku...meski darah dan airmata terus-terusan tumpah mendera
Meski nyawa-nyawa kecil direbut paksa dari dekap sang ibunda
Kelaparan dan kehausan dijalani tiada gentar laksana jalinan aksara
Kesakitan dan kepedihan menjadi titik kekuatan menghalau aleksia

Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!
Bibir kelu merapal takbir; lawan wisa zionis yang mengetuk pintu sanubari
Memantik api takwa-membakar semangat juang 'tuk merebut kembali tanah suci
"Bebaskan tanah kami! Kembalikan tanah kami! Baitul Maqdis milik kami!"

Palestinaku...tak akan menyerah pada durjana!
Lindungi Masjid Al Aqsa dari tangan kotor Yahudi sekuat tenaga
Selamatkan Baitul Maqdis dari konspirasi rezim zionis merajalela
Kembalikan nyawa dan darah yang tertumpah di sana

Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!
Ketika tanah bersaksi atas pertumpahan darah menggenanginya
Ketika langit bercerita tentang genangan airmata
Sesungguhnya di balik tangisan Palestina telah tersimpan surga-surga

Ya Waliyy....
Lindungilah Palestinaku dari gulungan nestapa nan melemahkan
Kembalikan sakinah ke dalam ribaan Al Aqsa penuh kesafaan
Hingga serpihan luka telah diterbangkan angin, melebur ke tengah lautan

Ya Qawiyyu....
Kuatkanlah mereka hingga kelak Isrofil meniup sangkakalanya
Lalu Engkau kumpulkan semua makhluk di tanah suci Palestina
Dan tiada lagi penderitaan mewarnai keabadian bahagia

Palembang, 17 Juni 2017

Comments

Popular posts from this blog

MUSTIKA RATU-MINYAK ZAITUN OLIVE OIL