Saturday, 26 August 2017

PIXY LIP CREAM NUDE SERIES (07, 08, 09, 10, 11, DAN 12)



Hello, Cantik. Saat ini matte lip cream banyak digandrungi para wanita untuk menjadi teman setia dalam beraktivitas. Jelas saja, dengan warna-warna yang cantik, harga yang bersahabat, ditambah lagi kemudahan dalam mengaplikasikannya dan tentu tahan lama di bibir, menjadikan matte lip cream sebagai pilihan yang pas untuk mempermanis penampilan. Jadi tidak heran lagi, produk-produk matte lip cream sudah banyak bermunculan. Mulai dari local brand hingga global brand, berlomba-lomba menawarkan keunggulan masing-masing. Bahkan merek-merek kosmetik lokal sendiri sudah banyak yang memproduksi  matte lip cream.

Tulisanku kali ini akan membahas tentang Pixy Lip Cream Seri Nude dengan enam warna terbarunya. Sebelumnya Pixy Cosmetics sudah memiliki Pixy Lip Cream dengan enam warna yaitu:

1. Lip Cream 01 Chic Rose

2. Lip Cream 02 Party Red

3. Lip Cream 03 Classic Red

4. Lip Cream 04 Fun Fuschia

5. Lip Cream 05 Edgy Plum

6. Lip Cream 06 Bold Maroon

Dan sekarang, Pixy Cosmetics kembali meluncurkan enam warna Pixy Lip Cream lagi, yaitu:

1. Lip Cream 07 (Vintage Rose)

2. Lip Cream 08 (Delicate Pink)


3. Lip Cream 09 (Glam Coral)


4. Lip Cream 10 (Sweet Choco)


5. Lip Cream 11 (Gaudy Orange)


6. Lip Cream 12 (Mild Peach)


Di postinganku sebelumnya (di sini) sudah kuceritakan kalau Kota Palembang menjadi tempat pertama peluncuran new shade dari Pixy Lip Cream yang semuanya bikin jatuh cinta. Di postingan kali ini, aku akan mengulas produk mungil nan menawan ini satu-satu ya. Biar kalian yang baca juga jadi jatuh cinta dan segera ke toko kosmetik terdekat untuk memilikinya. Bukannya kalau sudah jatuh cinta, harus memiliki 'kan? Dan kalau jatuh cinta, tapi tidak memiliki. Ummm, rasanya itu? Ehhh...ini aku sedang nulis review produk kecantikan, bukan nulis curhatan. Abaikan, kembali ke laptop!. :D

Seperti yang sudah teman-teman cantik ketahui, Pixy Cosmetics merupakan salah satu brand kosmetik lokal yang menjadi favorit wanita Indonesia. Selain harga yang terjangkau, produk-produk Pixy Cosmetics memang memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana tidak, produk-produk Pixy diproduksi oleh PT Mandom Indonesia, Tbk, yang merupakan perusahaan PMA Indonesia Jepang sehingga menggunakan teknologi berkualitas tinggi.

Langsung saja kita bahas satu-satu ya untuk Pixy Lip Cream Nude Series.

KEMASAN
Pixy Lip Cream ini dikemas dalam kotak berwarna hitam, dihiasi seperti kerlip bintang yang mengelilingi kemasan dan bagian kotak bawah berwarna sesuai warna lip cream-nya. Untuk kemasan dalam, Pixy Lip Cream ini seperti bentuk lip cream pada umumnya. Sama seperti kemasan kotak, tabung mungil ini juga berwarna hitam dan bagian bawah dibiarkan transparan agar warna lip cream terlihat. Dengan tutup berwarna pink, menjadikan kemasan Pixy Lip Cream ini terkesan girly yang aku suka banget.


(Kemasan mungil nan cantik, mudah dibawa ke mana-mana)

INGREDIENTS
Isododecane, Talc, Microcrystalline, Kaolin, Trimethylsiloxy-Silicate, Diisostearyl Malate, Polyglyceryl- 2 Triisostearate, Pentaerythrityl Tetraisostearate, Disteardimonium, Hectorite, Polybutene, Propylene, Carbonate, Fragrance (Parfum), Sodium Dehydroacetate.

TEKSTUR
Pixy Lip Cream ini memiliki tekstur yang lembut dan ringan di bibir. Setelah dipakai di bibir, tidak akan membuat kaku. Terasa seperti tidak berlipstik loh, Cantik. Selain itu, wangi dari lip cream ini nyaman dan menyenangkan.

DAYA TAHAN
Pixy Lip Cream dengan hasil matte ini tahan lama. Saat touch up, tidak perlu menghapus lipstik yang ada di bibir, hasilnya tetap baik. Oh iya...ketika minum, noda lipstik hanya sedikit tertinggal di bibir gelas. Cocok banget untuk dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

WARNA
Bibirku termasuk jenis bibir berwarna gelap. Jadi awalnya aku ragu untuk memakai lip cream yang nude. Akan tetapi, saat kucoba memulaskan Pixy Lip Cream ini, ternyata jadi bagus juga. Hurraay! Cukup sekali memulaskannya di bibir, maka warna sudah jelas dan merata.


(Pengaplikasian di kulit tangan)


(Udah nyobain ke enam warnanya nih. Sukaaa....)


HARGA

Harga Pixy Lip Cream ukuran 4 gr ini berkisar antara Rp40.000-Rp50.000.




Gimana, pada tertarik gak untuk nyobain Pixy Lip Cream terbaru ini? ^_^

Untuk informasi lengkap tentang produk-produk Pixy Cosmetics, kalian bisa kepoin akun media sosial Pixy di sini:

PIXY di Facebook

PIXY di Twitter

PIXY di Instagram

#PIXYAsianBeautyBlogger


Friday, 25 August 2017

ASIAN BEAUTY BLOGGER GATHERING (PALEMBANG): PIXY EXPRESS YOUR TRULY ASIAN BEAUTY



Event Pixy Express your Truly Asian Beauty yang aku ikuti pada tanggal 12 Agustus 2017 lalu masih berkesan hingga hari ini. Tahu kenapa? Ituuuu...acara yang diselenggarakan di Atrium PS Mall keren bingits loh. Meski aku bukanlah beauty blogger sejati, tapi aku merasa beruntung banget ikutan acara ini. Dapat ilmu tentang menulis blog, dapat teman-teman baru, ketemu artis favoritku, dan dapat hadiah kejutan. Wuiiih...asyik ya! Lalu gimana keseruan acara ini? Ayo, baca sampai habis ya, Cantik. :)

Pixy Express your Truly Asian Beauty merupakan event dari Pixy Cosmetics yang digelar di tiga kota, yakni Medan, Palembang, dan Surabaya. Kesuksesan acara di Medan bulan Maret lalu, kini diikuti oleh beauty blogger Palembang di bulan Agustus. Siap-siap ya untuk kamu yang berada di Kota Surabaya, akan digelar pada September mendatang. Oh iya, selain Asian Beauty Blogger Gathering, ada rangkaian acara lain di Event Pixy Express your Truly Asian Beauty yang berlangsung sejak tanggal 7-13 Agustus 2017 ini. Di antaranya Beauty Class, Asian Beauty Contest, Meet and Greet Brand Ambassador Pixy (Mikha Tambayong), dan Artist Performance (Rizki Febian).

Pertama masuk ke area Asian Beauty Blogger Gathering, aku dibikin takjub dengan nuansa pink pastel yang indah. Sebelum mengambil tempat duduk, aku sudah jepret sana jepret sini. Eh, ternyata yang lain juga pada gitu ya. Asyik berfoto ria, saling salam-salaman, lalu kenalan. Di acara ini aku juga ketemuan dengan anggota Kompasiana Palembang (Kompal). Lewat Kompal inilah, aku bisa ikutan acara-acara keren. Salah satunya acara ini. Terima kasih, Kompal.

 (Baru sampai, penasaran banget ngeliat isi box pink ini. :D)

(Sudah asyik sendiri dengan kamera masing-masing)


Acara dimulai pukul 13.00 WIB, yang dibuka oleh Mbak Michiko dengan penuh semangat. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari Mbak Dian Utari Advertising and Promotion Pixy Cosmetics) mengenai tujuan diselenggarakannya event Pixy Express your Truly Asian Beauty. Sekaligus dalam kesempatan ini, produk terbaru dari Pixy Cosmetics diluncurkan. Palembang jadi tempat pertama loh peluncuran Lip Cream Seri Nude dengan enam warna yang bikin kita-kita jadi jatuh cinta dengannya. Review mengenai enam warna baru Lip Cream dari Pixy ini akan aku posting di tulisan selanjutnya.

(Mbak Michiko)

(Mbak Dian Utari)

Selanjutnya Miharu Julie-beauty blogger asal Jakarta, berbagi pengalaman dan tips-tips mengenai kecantikan dan kepenulisan blog. Mbak Miharu mengatakan saat menulis tempatkan kita sebagai pembaca, agar tulisan yang kita buat dapat menarik. Untuk beauty blogger pemula seperti aku, katanya mulailah dengan menulis review produk yang kita pakai atau kita sukai. Di sesi ini, aku berulang kali mengucapkan kata "Ooh....". Banyak ilmu baru yang aku dapatkan yang berkaitan dengan dunia blog dan dunia kecantikan.

(Mbak Miharu Julie)

Usai sharing dengan Mbak Miharu, acara dilanjutkan dengan demo make up. Jreng jreng jreng! Awalnya aku kira Mikha Tambayong yang akan di-make up, ternyata bukan. Angela, model cantik dari Bandung yang akan di-make up oleh Robby Yamaguchi menggunakan rangkaian produk Pixy Cosmetics. Sesi demo make up ini dipandu oleh Dyas Farabi dengan keseruan yang membuat suasana semakin menyenangkan. Ditambah lagi dengan kehadiran Mikha Tambayong dan Miharu Julie yang berbagi tips dan trik tentang make up natural.


(Demo make up)


Selesainya demo make up ini, maka acara juga akan segera berakhir. Akan tetapi sebelumnya diumumkan dulu tiga akun instagram yang menjadi pemenang dalam kuis Live Instagram dan satu peserta yang menjadi best costume hari itu. Setelah itu sesi foto bersama. Asyiknya di kesempatan ini, bisa foto berduaan dengan Si cantik, Mikha.

Dan ini kejutannya! Semua peserta beauty blogger yang jumlahnya kurang lebih 24 orang ini, disuruh pulang dengan membawa dua box pink yang ada di atas meja masing-masing. Hore! Terima kasih, Pixy Cosmetic. ^_^

(Dua box pink, oleh-oleh cantik dari Pixy)

(Isi box pertama)

(Isi box ke dua)

Ini dia, sepuluh produk yang ada di box pertama:

1.  Pixy Line and Shadow


2. Pixy Lip Cream No. 05 (Edgy Plum)


3. Pixy Two Way Cake Cover Smooth


4. Pixy Perpect Eyeliner


5. Pixy BB Cream


6. Pixy Eye Shadow


7. Pixy White-Aqua Gel Cream


8. Pixy Highlight and Shading


9. Pixy Aqua-Beauty Protecting Mist


10. Pixy Eye & Lip Make Up Remover



Dan untuk isi box ke dua adalah produk terbaru berupa enam Pixy Lip Cream seri Nude. Apa-apa saja warnanya? Ini dia: 

1. Lip Cream 07 (Vintage Rose)

2. Lip Cream 08 (Delicate Pink)

3. Lip Cream 09 (Glam Coral)

4. Lip Cream 10 (Sweet Choco)

5. Lip Cream 11 (Gaudy Orange)

6. Lip Cream 12 (Mild Peach)

(Pixy Lip Cream seri Nude)


Review enam Lip Cream di atas bisa dibaca di sini, Cantik. Terima kasih. Nantikan ceritaku selanjutnya. ^_^

#PIXYAsianBeautyBlogger

Sunday, 6 August 2017

MAHASISWA UNSRI TUNTUT PENURUNAN UKT SEMESTER 9






Palembang, 06 Agustus 2017

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sejak 2013, Unsri memang telah berubah status menjadi PTN-BLU. Status inilah yang mengubah biaya kuliah menjadi sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Jadi mahasiswa hanya membayar UKT saja setiap semester, setelah itu ia berhak menikmati seluruh fasilitas dan pelayanan di kampus. UKT terbagi beberapa level, dari level terendah sampai level tertinggi. Untuk itu, setiap mahasiswa baru boleh memilih atau menentukan sendiri sanggup membayar UKT di level berapa dengan mengikuti prosedur yang ada. Selanjutnya pihak Unsri akan melakukan survei dan wawancara terhadap mahasiswa tersebut. Setelah ada kesepakatan, maka mahasiswa wajib membayar UKT per semester, yang besarannya berdasarkan kesepakatan bersama.

Lain halnya dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Bidik Misi diberikan kepada mahasiswa pintar dan berprestasi, namun kurang mampu secara ekonomi. Mahasiswa ini akan dibebaskan biaya UKT dan mendapatkan uang bulanan untuk menunjang kegiatan selama kuliah. Akan tetapi, beasiswa ini hanya berlaku untuk 4 tahun. Oleh sebab itu, mahasiswa penerima Bidik Misi harus bisa menyelesaikan kuliahnya selama delapan semester dan jangan sampai memiliki IPK yang buruk.

Beberapa waktu lalu (25 Juli 2017), saya membaca petisi tentang tuntutan mahasiswa mengenai penurunan UKT semester 9 (penurunan sampai 50% untuk UKT non Bidik Misi dan level 1 untuk Bidik Misi). Sempat timbul keheranan di benak saya, kenapa hal itu bisa terjadi? Bukannya besaran biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah sebuah perjanjian yang telah disepakati dari awal, ya tentu selama masih berstatus mahasiswa di Unsri wajib membayar UKT sebesar itu tiap semester.

Tak berapa lama dari itu (28 Juli 2017), tiba-tiba saya dan teman-teman pegawai di Rektorat Unsri dikejutkan oleh kedatangan mahasiswa-mahasiswa ke rektorat untuk melakukan aksi damai dikarenakan sudah empat kali dilakukan audiensi kepada rektor dan pihak kampus, namun tidak membuahkan hasil. Mahasiswa yang jumlahnya cukup banyak itu, memasuki gedung rektorat sembari berorasi menyuarakan keinginan mereka. Lebih dari seratus mahasiswa tersebut tidak segan beramai-ramai memasuki wilayah rektorat, naik ke lantai tiga-di mana di sanalah ruang rektor dan para wakil rektor. Kebetulan hari itu, Rektor Unsri dan para wakil rektor serta para pejabat sedang tidak berada di tempat. Jadi penyerahan koin untuk rektor diterima oleh salah satu kepala sub bagian di rektorat. Di hari yang sama, mahasiswa juga menggelar yasinan dan berada di rektorat hingga sore hari.

Pada tanggal 03 Agustus 2017, aksi mahasiswa menuntut penurunan UKT semester 9 kembali dilakukan. Akan tetapi, para mahasiswa dilarang memasuki area dalam rektorat, sehingga pintu depan dan pintu samping kanan kiri ditutup dan dijaga oleh polisi dan satpam Unsri. Aksi kali ini membuat saya begitu keheranan. Sebab, banyak sekali polisi yang didatangkan (yang saya tahu, hal ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan). Belum lagi kehadiran wartawan dari media hingga siaran langsung oleh stasiun TV. Ratusan mahasiswa memenuhi halaman depan gedung rektorat dengan orasi-orasi mereka. Hari itu, Mereka menambah tuntutan untuk mengaktifkan kembali tiga akun akademik mahasiswa, termasuk Presiden Mahasiswa (Presma). Sekaligus tuntutan untuk mencabut laporan pihak rektorat terhadap Presma Unsri ke Polres Ogan Ilir terkait demo yang mengandung unsur pengujaran kebencian terhadap rektor, ancaman membakar aset negara, mempermalukan rektor dan senat Unsri dalam acara resmi, dan pelanggaran etika. Presma Unsri menentang laporan ini karena ia merasa tidak melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan.

Sebenarnya aksi tersebut berjalan damai dan tertib sebelum istirahat siang, sama halnya dengan aksi pada tanggal 28 Juli 2017 lalu. Perwakilan mahasiswa sebanyak 15 orang diperbolehkan masuk dan audiensi dengan pihak rektorat. Hari itu, rektor dan wakil rektor 1 sedang dinas di luar kota sehingga mereka hanya bertemu dengan wakil rektor 2, wakil rektor 3, dan wakil rektor 4, beserta beberapa pejabat. Pihak Unsri telah memberikan jawaban dan meminta perwakilan mahasiswa tadi untuk menjelaskan kepada teman-teman mereka di luar, namun hal ini belum bisa diterima para mahasiswa sehingga aksi mahasiswa tetap dilanjutkan.

Tibalah seusai istirahat siang, aksi semakin memanas karena pihak rektorat yang berwenang tidak juga keluar untuk menemui ratusan mahasiswa. Di sini, saya dan beberapa teman menyaksikan secara langsung apa-apa saja yang telah terjadi. Kami mengamati dari lantai 2 gerak-gerik mahasiswa yang dizinkan masuk dan shalat di dalam mushola rektorat. Kami mengamati para polisi, polisi wanita, satpam, dan aksi mahasiswa di luar. Saya seperti tidak percaya hal ini dapat terjadi di dalam kampus. Ada hikmah apa di balik semua keadaan yang terjadi saat ini?



 (Sumber Foto: Yulindah)



Suara mahasiswa makin menggema, beberapa kali kaca pintu depan hendak didorong oleh mahasiswa, satpam dan polisi berjaga penuh di depan dan di balik pintu, saya seperti sedang menonton film atau drama yang mana di TKP sedang dipenuhi polisi yang berjaga-jaga. Ah, kampusku. Kami miris, khawatir, tegang, dan beragam perasaan tidak menentu lainnya. Saya dan seorang teman sempat membicarakan tentang sekelompok mahasiswa yang sedang duduk-duduk di tangga dan mengobrol. Apa yang sedang mereka lakukan, apa yang sedang mereka bicarakan. Kami sempat berpikir negatif, sepertinya setelah ini akan terjadi hal-hal di luar keinginan. Dan benar saja, beberapa menit kemudian suara pecahan kaca terdengar. Ternyata kaca pintu samping kiri rektorat pecah (pintu samping kanan dan kiri memang tidak terlalu dijaga ketat). Polisi dan satpam menyerbu pintu tersebut dan dua orang mahasiswa berhasil ditangkap. Pecahnya kaca pintu tersebut disebabkan karena si satpam ingin menangkap mahasiswa yang telah memecahkan kaca terlebih dahulu. Dia berniat menangkap mahasiswa tersebut, sehingga dengan cepat pintu dipecahkan agar mahasiswa tidak kabur. Inilah kejadian yang sebenarnya, saya mendapatkan keterangan langsung dari salah satu satpam yang benar-benar ada di dekat sana saat kejadian.

Tindakan pemukulan terhadap mahasiswa yang dilakukan oleh satu polisi, satu satpam Unsri, dan satu pegawai rektorat memang sangat disayangkan. Tindakan mereka tidak dapat dibenarkan. Seharusnya jangan menggunakan emosi dan melakukan tindakan kekerasan, cukup menangkap dan menahan mereka untuk dimintai keterangan. Akan tetapi semua telah terjadi dan keadaan tidak membaik. Apalagi banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dengan menyebarkan berita yang asal-asalan, yang menambah citra kurang baik untuk Unsri.

Seharusnya kejadian-kejadian ini tidak terjadi. UKT sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa yang masih berkuliah di Unsri. Itu sudah perjanjian di awal masuk kuliah. Dari semester 1 hingga semester 8, pembayaran UKT lancar-lancar saja. Lalu kenapa di semester 9 menjadi permasalahan?
“Di semester 9 kami hanya skripsi, menunggu sidang atau ujian kompre, menunggu yudisium/wisuda. Apa kami harus bayar UKT penuh, padahal tidak lagi kuliah?”

Adik-adik, itu sudah menjadi peraturan kampus sejak dulu. Tidak peduli di semester 9 hanya tinggal skripsi, hanya menunggu sidang atau ujian kompre, atau hanya menunggu yudisium/wisuda. Sebab status kita masih mahasiswa aktif, yang masih membutuhkan fasilitas dan pelayanan dari kampus. Seharusnya Adik-adik sekalian, lebih fokus saja pada nilai-nilai kalian. Fokus pada skripsi kalian, agar segera selesai. Percayalah, Allah akan memberikan jalan jika Adik-adik mengalami kesulitan membayar uang kuliah. Selagi berusaha dengan bersungguh-sungguh, maka seisi bumi turut mendoakan dan tangan-tangan bumi akan meringankan.

Untuk Adik-adik penerima Bidik Misi, sudah dari awal dijelaskan kalau kuliah kalian ditanggung hanya sampai semester delapan. Kenapa begitu? Sebab kalian adalah orang-orang yang dipercaya untuk bisa menyelsaikan kuliah dengan cepat, kalian adalah orang-orang pintar yang terpilih. Seharusnya kalian memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jika memang tidak sanggup, risiko harus kalian tanggung sendiri.

Adik-adik, kampus ini adalah rumah kita. Seharusnya kita yang bertanggung jawab dan berkewajiban mempertahankan keharuman namanya, menjaga isi dan keindahannya. Ini adalah tempat kita diberi makanan bergizi, merawat kita dari kecil hingga menjadi besar dan siap bersaing di luar sana, menyelimuti ketika dingin menerpa, memayungi ketika terik menyerang. Layaknya dalam keluarga, tidak semua permintaan kita akan dikabulkan oleh orangtua kita, bukan? Jika kita memaksakan kehendak, melanggar peraturan, bahkan mengancam keamanan, apakah benar tindakan tersebut? Bagaimana reaksi orangtua jika anaknya seperti itu?

Untuk pihak rektorat, ini adalah sebuah pelajaran. Tentu ada hikmah di balik semua kejadian. Semoga mampu memilih kebijakan terbaik, mampu mengambil tindakan terbaik, dan mampu memberi yang terbaik, untuk semua. Jadilah orangtua terbaik untuk anak-anak. Perbaiki sistem jika memang perlu perbaikan.

Untuk pihak-pihak yang tidak mengetahui kejadian yang sebenar-benarnya, saya mohon jangan memberikan berita yang belum tentu kebenarannya. Ini akan memperburuk keadaan. Jika hanya melihat dari video sepotong-sepotong yang beredar, dari berita-berita yang berseliweran di mana-mana, tentu akan menimbulkan makna yang berbeda-beda. Ada baiknya kita cukup tahu saja, jangan memberikan tanggapan yang ujung-ujungnya malah menjadi provokator yang menyesatkan. Satu lagi, mengenai isu DO untuk Presma, bukanlah disebabkan aksi yang dilakukan melainkan karena nilai-nilai kuliahnya yang tidak memenuhi persyaratan (keterangan terlampir pada foto di bawah ini).


 (Sumber Foto: Wakil Dekan 2 FE Unsri)

Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan melancarkan urusan kita di dunia maupun di akhirat. Aamiin ya Robbal Aalamiin. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



(Murni Oktarina)



 Sumber Foto Atas: Instagram BEM KM Unsri


Popular Posts