Sunday, 28 January 2018

(PUISI) KARENA KAMU BUKAN DILAN



KARENA KAMU BUKAN DILAN
Oleh: Murni Oktarina

Selamat malam, Kamu
Lelaki puisi yang menerbitkan pagi di relungku
Yang menyajikan bintang di malam-malamku
Yang membingkai doa di sepertiga malammu

Kamu tahu kenapa malam ini hujan menyapa bumi kita?
Sebab rinai-rinainya ingin menyapamu dalam kasih dan asa
Dalam kisah dan sejarah, berlembar-lembar tak ada habisnya
Dalam sunyi dan rindu, berjuta-juta kali tak ada akhirnya

Kamu tahu kenapa saat ini banyak yang jatuh hati kepada Dilan?
Aku beri tahu ya, Dilan itu punya tabungan kata romantis kesyahduan
Dilan itu punya tabungan kata manis penuh harapan
Tapi Dilan tidak seperti kamu, mampu gelisahkan degup jantung dalam badan

Rindu memang tak mudah, tapi aku tak mau kamu berkata seperti Dilan
"Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja."
Bukannya lebih baik kita sama-sama menyulam kerinduan, bukan?
Aku yakin kamu bersedia, karena kamu bukanlah Dilan

Kamu, jangan pernah menjadi Dilan yang cinta tapi pergi
Sebab aku hanya butuh kamu selalu ada di sini
Temaniku membangun istana-istana paling puisi
Untuk kita singgahi bersama hingga akhir nanti

Palembang, 28 Januari 2018


#LelakiPuisiEdisiDua
😁😁😁

Sunday, 7 January 2018

Ketika Gadis Berusia Matang Belum Menikah, Benarkah Dia Pemilih?

prelo.co.id


Pernikahan, sebuah kata yang mengandung ribuan makna. Sama halnya dengan si saudara kembarnya, cinta. Hampir seluruh manusia di bumi ini menjadikan pernikahan adalah salah satu tujuan hidup yang akan mereka raih dengan penuh perjuangan. Sesuatu yang sangat diidam-idamkan, meski di dalam pernikahan itu sendiri sudah sangat disadari bahwasanya di balik kebahagiaan yang ditawarkan, akan ada rintangan di dalamnya.

Seperti yang telah kita ketahui, seseorang yang telah diberikan Allah sebuah rezeki berupa pernikahan, itu artinya dia telah dipercaya mampu membawa bahtera dalam mengarungi luasnya samudera dengan segala ombak yang kapan saja akan menggoyahkan bahtera tersebut. Lantas, apakah usia seseorang menjadi tolak ukur kapan dia harus menikah? Apakah seorang gadis diwajibkan menikah sebelum usianya melebihi angka 25? Apakah gadis yang belum menikah padahal usianya sudah matang (malah sudah sangat matang), artinya dia terlalu pemilih atau karena menolak ikhwan yang pernah meminangnya?

"Kenapa belum menikah? Kapan menikah? Si A, si B, si C sudah punya anak tiga, kamu kapan nyusul?"

Wahai gadis, jawab saja jika seseorang yang mendampingimu di atas pelaminan nanti sedang diberi pelatihan oleh Allah untuk menjadi nahkoda terhebat bersamamu nanti.

"Jangan terlalu pemilih, kamu mau nantinya tidak terpilih? Si X kurang apa lagi? Jangan menolak ikhwan yang mengajakmu menikah hanya karena dia kurang menarik bagimu! Kamu menunggu jodoh yang tampan, baik, dan kaya? Ah, itu hanya ada di film dan drama Korea. Kalau pun ada, tentu tidak akan memilih kamu."

Wahai gadis, tidak ada yang salah dalam memilih! Kita saja kalau memilih baju bisa menghabiskan waktu yang tak bisa diprediksi, bukan? Kita begitu sadar bahwa baju yang akan kita pakai nanti merupakan sebuah cerminan diri kita, penampilan kita. Tentu kita tak ingin baju itu jahitannya tidak kuat atau ada yang sobek, atau malah tidak pas dengan tubuh kita. Apalagi memilih jodoh yang kita harapkan dapat bersamanya seumur hidup kita.

"Jangan menolak ikhwan yang mengajakmu menikah hanya karena dia kurang menarik bagimu."

Para lelaki, para ikhwan...siapa pun yang pernah menolakmu hanya karena kamu kurang menarik bagi para gadis, mungkin itu hanyalah anggapanmu saja. Percayalah, para gadis memiliki sebuah perasaan yang sulit untuk dipahami oleh kaum lelaki. Menarik tidaknya seorang lelaki, bukan hanya soal tampan, baik, atau pun kaya. Jauh di dalam hati seorang wanita, dia mengharapkan seorang lelaki yang mampu meyakinkannya, bukan sekadar mampu menarik pandangannya.

Kalau pun ada di antara gadis yang menginginkan lelaki tampan, baik, dan kaya, plus agamanya bagus. Apa itu sebuah kesalahan? Jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi. Tidak ada yang salah dengan impian, bukan?

Oh iya, kata siapa sih lelaki seperti itu hanya ada di film Korea? Dan kalau pun ada, dipastikan tidak akan memilih salah satu di antara kita-kita?! Kasih W kasih O kasih W dulu, ah. Mungkinkah yang berpikir dan mengeluarkan pernyataan tersebut memiliki kemampuan menetapkan nasib hidup dan rezeki seseorang?


"Kalau hanya cantik,  laki-laki sekarang mulai berpikir matang.  Cantik tapi agamanya tidak bagus, kerjaannya hanya ke salon dan minta aksesoris. Uang dari mana? Laki-laki akan akan mundur teratur."


Laki-laki sekarang sudah mulai berpikir matang. Ya iyalah, sudah tahun 2018 saja ini. Mau sampai kapan berpikir tidak matang? Laki-laki tidak akan memilih gadis cantik yang agamanya tidak bagus, bukan? Selamat ya! Semoga istiqomah.

"Kalau gadis cantik dan baik agamanya, pasti sudah jadi gula di antara semut lah. Jadi rebutan sana-sini. Tahu-tahu sudah menikah dan punya anak."

Wahai gadis, tegarkan hatimu! Jika kamu gadis cantik dan beragama baik, tapi kamu belum jadi gula di antara semut, berarti semut-semut itu sedang khilaf. Mata hatinya tertutup karena masih ingin mencari gula yang lebih manis. Mungkin saja 'kan? Atau si semut sedang dalam keadaan tidak percaya diri? Bagaimana mau jadi raja semut, bagaimana mau jadi pemimpin?

Tidak banyak yang memang mengerti isi hati dan pikiranmu, Wahai para gadis. Tidak banyak yang bersedia memberi ruang untukmu. Memang yang nampak dari luar, terkadang diakui oleh orang-orang yang sok tahu sebagai sebuah kenyataan. Akan tetapi apakah orang-orang tersebut menawarkanmu solusi?

Oh iya,  wanita-wanita cantik yang mengatakan "kok dapatnya gitu?" ketika melihat gadis cantik yang mendapat lelaki tidak tampan, ini yang dinamakan setiap wanita-setiap gadis tidak memiliki perasaan dan pikiran yang sama. Ini yang disebut sesuatu yang sulit dipahami. Bisa jadi seorang lelaki mungkin juga berpikir hal yang sama. Ketika ditolak oleh seorang gadis dan akhirnya gadis tersebut memilih lelaki yang ketampanannya masih di bawahnya, apakah tidak bertanya-tanya juga, "kok dapatnya gitu?" Atau ketika lelaki tampan melihat seorang lelaki tampan lainnya yang memiliki seorang istri yang tidak cantik, apakah tidak bertanya dalam hati, "kok dapatnya gitu?" Semuanya rahasia Allah, sama halnya dengan rahasia sebuah waktu yang tepat untuk seseorang mendapatkan jodohnya.

Gadis yang belum menikah, mengejar pendidikan, bekerja keras, menyibukkan diri dengan segudang aktivitas, tidak semuanya hanya karena untuk menghibur diri belum dipertemukan dengan sang jodoh. Kebanyakan seorang gadis memang memiliki keinginan sekuat baja ketika memiliki sebuah impian dan cita-cita yang harus dicapainya selagi ia masih sendiri. Rata-rata para gadis dan wanita lebih memikirkan kebahagiaan orang dan keluarga yang disayanginya dibandingkan kebahagiaannya sendiri. Kalian, kaum lelaki akan mengerti ini setelah hidup lama bersama istri kalian. In syaa Allah....

Para gadis paham tentang pernikahan yang membutuhkan proses panjang. Persiapan yang tidak seinstan mie instan. Memulai sedini mungkin, sudah dilakukan para gadis. Mungkin kalau berkaitan dengan persiapan, gadis-gadis inilah yang sudah lebih bersiap-siap. Contoh saja, dalam seminar pranikah, parenting, dan sebagainya, peserta wanita lebih ramai. Belum lagi buku-buku tebal pernikahan yang dibacanya, berbagai jenis resep masakan yang dicobanya. Akan tetapi apalah daya, jodoh belum bertamu. Nah, tolong jangan doakan si gadis dengan doa: "Bisa jadi suatu saat nanti si gadis akan dipermainkan lelaki karena tahu si gadis sedang panik tidak cepat dapat jodoh." :)

"Kalau laki-laki boleh S2 dulu, wanita nikah dulu baru S2? Laki-laki akan lebih laku setelah S2, kalau wanita S2 justru laki-laki lebih berpikir panjang untuk mendekatinya,  karena gengsi tidak mau di bawah naungan istri."

Ah, sebenarnya pernyataan semacam ini tidak sedikit yang membuat para gadis merasa sedih. Jika telah ada kesempatan untuk berpendidikan lebih tinggi yang akan dijadikannya sebagai salah satu jalannya meraih cita-cita, kenapa harus dilupakan? Kesempatan jarang datang untuk ke dua kalinya. Percayalah, seorang gadis yang telah menggapai apa yang diimpikannya, ketika dia berumah tangga maka akan lebih fokus menjalani kehidupan barunya. Wahai lelaki, jangan pernah sungkan mendekati para gadis S2 ya.

Para gadis, sebaiknya jangan menunda niat untuk mencari jodoh. Sembari mengejar impian, cita-cita, kesuksesan, pencarian jodoh juga tetap berjalan. Akan tetapi juga jangan terburu-buru yang akan menghasilkan sebuah penyesalan di kemudian hari. Sebab pernikahan bukanlah lomba cepat-cepatan, namun sebuah lomba untuk menjadi pemenang yang layak menghuni surga.

Selamat mencari jodoh dan bersanding dengannya di pelaminan. Selamat mengarungi samudera rumah tangga. Selamat menggendong anak-anak lucu dan menggemaskan. Selamat beribadah untuk menuju jannah-Nya.

Tulisan ini bukan bermaksud menyinggung seseorang atau sekelompok orang, atau siapa pun. Bukan pula bermaksud dengan sengaja melakukan perlawanan atau sejenisnya. Tulisan ini murni hanya sebuah pemikiran saya pribadi, tidak dalam paksaan atau di bawah tekanan pihak lain. Tak lain hanya bertujuan untuk memberikan pandangan berbeda terhadap sebuah tulisan yang berjudul "Laki-laki S2 Dulu, Gadis Nikah Dulu".

Semoga kita semua selalu dapat menilai dalam berbagai jenis sudut pandang dan semoga  Allah selalu melindungi kita dan memperlancar urusan kita menuju kebaikan.

Aamiin ya Robbal aalamiin.



Palembang, 07 Januari 2017



(Murni Oktarina)



Monday, 1 January 2018

Danau Ranau, Objek Wisata Kebanggaan Masyarakat Sumatera Selatan

View dari Varita Pusri


Akhirnya, akhirnya, akhirnya....

Alhamdulillah, tercapai juga keinginanku menjejakkan kaki ke sebuah tempat yang sudah dari awal tahun 2017 kemarin kurencanakan. Danau Ranau! Kalian sudah pada tahu 'kan kalau Danau Ranau saat ini sudah jadi tempat wisata yang cantik banget? Aku itu mulai tertarik dengan Danau Ranau saat pertama kali mencari info-info di internet. Kebetulan waktu itu ada lomba nulis cerita rakyat yang diadakan oleh Kemendikbud. Aku iseng deh ikutan. Nah, waktu cari-cari bahan tulisan itulah aku ketemu foto-foto wisata Danau Ranau yang keren-keren. Jadi aku mikir gini, apa iya di Sumatera Selatan ada tempat seindah itu? Untuk membuktikannya, mengunjungi Danau Ranau kujadikan target liburanku selanjutnya.

Warna birunya nyatu banget ya :)

Seperti yang sudah kita ketahui, Danau Ranau merupakan danau terbesar ke dua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Danau Ranau terbentuk dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Maka dari itu secara geografis topografi, Danau Ranau adalah perbukitan yang berlembah. Tidak heran jika di kawasan danau ini cuacanya segar dan sejuk.

Udara sejuk dan segar di sekitar danau

Rencana untuk berkunjung ke Danau Ranau akhirnya terealisasi pada tanggal 30 Desember 2017 kemarin. Aku berangkat dari Palembang bersama Mbak Rita (seneng banget waktu Mbak Rita mengiyakan ajakkanku).

Oh iya untuk menuju Ranau, kami menggunakan mobil semacam mini bus bermuatan 10-11 orang (kami menyebutnya travel). Untuk kalian yang mau menggunakan angkutan ini, bisa memesan tiketnya di loket daerah Pasar Burung Palembang. Kisaran ongkosnya Rp120.000-150.000, namun kami bisa dapat Rp100.000 karena pesannya langsung ke teman yang punya kenalan sopir mobilnya. Aku masih simpan nomor telepon sopir itu, bisa minta ke aku ya kalau kalian ingin ke Ranau juga setelah baca tulisan ini. Hihi....

Perjalanan Palembang-Ranau lebih kurang 7-8 jam. Untuk teman-teman yang diserang mabuk perjalanan, jangan lupa minum obat anti mabuk yang ampuh dan siapin alat perang ya (minyak angin, kantung, dan lain-lain). :D

Bawa juga buku bacaaan, bawa makanan dan minuman, dan sebagainya untuk membunuh kebosanan selama perjalanan yang cukup panjang. Nah ini penting juga, sebagai informasi, pastikan operator seluler kalian signalnya kuat ya. Di sana, signal yang cukup stabil cuma Telkomsel dan XL. #bukanpromosi haha

Penginapan yang terletak di pinggir danau

Di sekitar Danau Ranau sudah banyak jenis-jenis penginapan. Ada hotel, wisma, asrama, homestay. Tentu dengan harga yang bervariasi, sekitar Rp200.000-Rp300.000 per malam untuk satu kamar. Waktu kami berkunjung dua hari yang lalu, penginapan sudah pada penuh. Ternyata oh ternyata, kata teman yang asli sana, penginapan di sekitar Danau Ranau sudah dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya. Liburan panjang sekolah ditambah dengan liburan tahun baru, membuat banyak wisatawan memilih berlibur ke Danau Ranau.

Alhamdulillah banget ya, kami dapat tumpangan menginap di rumah seorang teman di daerah Simpang Sender (15-20 menit lagi menuju Danau Ranau). Kami juga ditemani jalan-jalan sampai puas plus diboncengin,  difotoin, dijelasin tentang tempat-tempat yang menarik. Pokoknya lengkap. Hehe.... Terima kasih Mbak Lia, Kak Ziyaad, dan keluarga :)

Gerbang masuk menuju Danau Ranau dari Varita Pusri

Salah satu pemandangan saat menuju ke Danau Ranau

Untuk menuju Danau Ranau, jalannya tidak semulus dan selurus jalan biasa. Ada jalanan yang berlubang, berbatu-batu, dan yang paling menguji keberanian itu adalah jalanan yang turunan dan berkelok-kelok, sementara sisi lainnya terdapat jurang-jurang. Bagi yang belum terbiasa, sebaiknya mengajak orang asli Ranau atau yang biasa melewati jalanan seperti itu. Ehh...tapi pemandangan selama perjalanan akan memanjakan mata loh, pohon-pohon nan tinggi, sawah membentang, udara yang segar. 

Ini dia beberapa tempat yang kami kunjungi:

1. Danau Ranau Bagian Varita Pusri

Langsung jatuh cinta sama keindahan tempat ini

Sekitar pukul delapan pagi, kami menuju area penginapan Varita Pusri. Sungguh indah pemandangan Danau Ranau di lihat dari atas Varita Pusri. Danau nan biru menularkan birunya ke Gunung Seminung dan Pulau Marisa yang berada di tengah danau. Aku yang sudah langsung jatuh cinta pada keindahan-keindahan yang tersajikan di hadapanku, hanya bisa angguk-angguk kepala saja ketika Mbak Lia menawarkan apakah aku mau difoto. Aku sih biasanya tidak terlalu suka difoto, tapi kali ini tidak bisa nolak. hihii....



Salah satu jenis penginapan di Varita Pusri

Varita Pusri adalah penginapan keluarga yang dimiliki oleh PT Pusri dan dikelola oleh PT Sri Varia Wisata (Varita). Terdapat pilihan jenis wisma, graha, dan cottage. Harga kamar per malam di sini mulai dari Rp300.000-an (sudah termasuk sarapan pagi). Area Varita Pusri ini cantik-cantik. Cocok banget kalau dijadikan tempat berfoto.

Dermaga di Varita Pusri

Kapal-kapal ini yang membawa wisatawan ke seberang

Kami berjalan hingga ke dermaga di pinggiran danau. Gunung yang berada di tengah terlihat sangat kokoh. Gunung bernama Gunung Seminung tersebut ternyata ketika dilihat dari bawah, masih saja terlihat biru menyerupai warna air danau. Oh iya, berdasarkan info yang kudapatkan ternyata pemakaman si Pahit Lidah berada di Puncak Gunung Seminung.

Tidak pernah bosan menikmati pemandangan di sini


Teman-teman masih ingat kan dengan si Pahit Lidah? Itu loh, yang konon katanya apabila si Pahit Lidah sudah mengeluarkan ucapan, maka akan terjadi. Di kaki Gunung Seminung juga ada pemandian air panas. Air panas ini mengandung belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Nah, untuk sampai ke area gunung ini, kita bisa menggunakan transportasi berupa kapal yang parkir berbaris di dermaga. Untuk sekali penyeberangan berkisar Rp200.000-an, untuk satu kapal. Jadi, biar hemat ajak teman ramai-ramai ya. :D

Sayangnya, kami belum sempat menyeberang ke Gunung Seminung. Semoga di lain kesempatan, aku dan teman-teman akan nyobain mendaki ke sana sekaligus menikmati pemandian air panasnya. 

2. Air Terjun Sulbik Tuha


Pengunjung menikmati Air Terjun Sulbik Tuha

Usai menikmati area Varita Pusri yang keren-keren, kami menuju sebuah air terjun yang tidak terlalu jauh dari sana. Air Terjun Sulbik Tuha merupakan salah satu air terjun yang dapat kita nikmati jika berkunjung ke Ranau, OKU Selatan. Air terjun ini memang tidak begitu tinggi dan airnya tidak sebening air terjun biasanya, namun banyak juga wisatawan yang datang ke sini. Semoga Air Terjun Sulbik Tuha ini dapat lebih dirawat agar keindahannya tetap dapat terjaga.

3. Sesebik Hill





Tempat yang masih terbilang baru ini merupakan destinasi wisata yang unik dan penuh warna. Terletak di bagian Danau Ranau bernama Panggal. Pemandangan langsung ke Danau Ranau menambah daya tarik tempat ini. Kalau sudah ke sini, jangan lupa siapkan kamera ya, Teman. Sebab banyak spot cantik untuk diabadikan. Ada papan warna-warni berbentuk hati, yang bagiku tempat terbaik di sini untuk pengambilan gambar.


Aku jadi suka difoto kalau pemandangan cantik begini

Kalau foto-foto di sini, background Danau Ranau dan Gunung Seminung akan mempercantik foto kita loh. Sesebik Hill saat ini masih dalam tahap pembangunan. Beberapa waktu ke depan, aku yakin tempat ini akan lebih keren.

4. Danau Ranau Bagian Banding Agung



Dari Sesebik Hill menuju Banding Agung, membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Meski saat itu matahari sudah mulai terik, namun kesejukan udara di sana dan pemandangan sepanjang danau membuat kami bersemangat. Di setiap pinggiran danau, ada saja anak-anak beserta keluarga yang berenang. Ada yang hanya duduk-duduk saja menikmati pemandangan indah dan semilir angin nan lembut. Ah, pokoknya Danau Ranau kebanggaan masyarakat Sumsel ini, the best deh.

Selfie dulu....

Sesampainya di Banding Agung, kami langsung berfoto dengan background bertuliskan Danau Ranau. Di tempat ini sudah ramai banget. Kulihat kebanyakan pengunjung adalah remaja-remaja. Bergantian mereka mengambil foto sembari tertawa gembira bersama teman-temannya. Kami yang sudah tidak remaja lagi, boleh juga kan ya foto-foto di sini? :D

Salah satu pusat oleh-oleh

Di daerah sini sudah ramai rumah penduduk. Di sini juga ada pusat oleh-oleh OKU Selatan dan tempat-tempat yang menjual makanan dan minuman. 

Nah, dari empat tempat yang kami kunjungi itu semuanya gratis alias tidak berbayar. Hanya saja, teman-teman siapkan uang untuk parkir kendaraan ya (motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000).

Selain tempat-tempat yang sudah aku ceritakan di atas, masih ada tempat lain yang tak kalah serunya. Ada Waterboom, Ranau Rafting, Putri Gunung, dan sebagainya yang aku belum sempat say hello pada mereka. Kapan-kapan ya. ;)

Bagaimana, sudah pada tertarik untuk berlibur ke Danau Ranau?

#PesonaIndonesia
#PesonaSriwijaya
#SumateraSelatan
#OKUSelatan
#GenPISumsel
#WonderfulIndonesia
#WisataAlam
#DanauRanau
#GunungSeminung
#PulauMarisa
#GramediaHolidaySeason



Sumber Foto:
Dokumen pribadi penulis


Popular Posts