ANANTA - BAB 5




~BAB 5~

Demi apa coba, pagi ini aku menyemprotkan parfum lebih dari tiga semprotan. Belum lagi sudah tiga warna lipstik yang kucoba, kemudian kuhapus, dan kucoba lagi. Jilbab, ya jilbabku. Apakah masih ada yang kusut? Kulirik jam tangan dan aku tersentak. Sekarang sudah pukul 7 pagi. Aduh, aku belum memesan ojek. Kaos kakiku di mana? Eh tadi aku sudah sarapan belum ya?

Aku tiba di kantor dan duduk manis di kursi saat jarum jam dinding menunjukkan pukul 7 lewat 25 menit. Kutarik napas cukup dalam, lalu berbisik kecil mengucap syukur karena aku datang tepat waktu.

“Seluruhnya diminta kumpul di ruang rapat!” teriak Pak Antoni dari luar pintu.

Deg!

Pemandangan di hadapanku hampir saja membuat jantungku lepas dari tempatnya. Aduh! Perasaan macam apa ini?

Aku pindah tempat duduk agar tidak menatap langsung ke arah Faiz yang kuakui kalau penampilannya saat ini beda dengan penampilannya dulu. Sekarang terlihat lebih rapi dan ehm ... menawan.

“Jadi seperti itulah tugas yang akan kita kerjakan bersama. Dikarenakan ini proyek yang cukup besar, jadi sangat diharapkan kita semua bisa berhasil.”

“Untuk mendukung keberhasilan proyek ini, saya sengaja mendatangkan Bapak Faiz untuk membantu kita.”

Hampir semua orang di ruangan ini bertepuk tangan, kecuali aku. Bukan tak mau, tapi aku tadi sempat melamun dan tidak mendengarkan kata-kata Pak Rendra. Ah, untung saja Pak Rendra, pimpinan tertinggi di kantorku ini tidak memperhatikanku yang sejak tadi tidak konsentrasi menyimak kata-katanya.

“Bagaimana Pak Faiz, apa ada yang ingin ditambahkan?”

Faiz berdiri lalu menundukkan kepala ke arah Pak Rendra sebagai tanda hormat.

“Boleh jika saya sendiri yang memilih anggota untuk melaksanakan tugas ini, Pak?”

“Tentu boleh. Silakan Pak Faiz sebutkan saja nama-namanya,”

Faiz mengangguk. Matanya menyapu satu per satu di antara peserta rapat pagi ini.

Indri menyenggol pergelangan tanganku lalu berbisik, “Sstt! Ra, sepertinya Alisha yang akan dipilih Faiz,”

Aku tak mengacuhkan perkataan Indri sampai kudengar Faiz menyebutkan nama Alisha.

“Satu lagi, siapa?” tanya Pak Antoni pada Faiz.

“Dia saja, Pak!” Faiz menunjuk ke arahku yang sempat kaku. “Maira!”

Rasanya aku ingin berlonjak girang.

Faiz menyebut namaku. Dia tahu namaku!

Jantungku kok berdebar-debar? Aduh, jangan sampai kedengaran oleh Indri yang duduk sangat denganku saat ini.

***

Kedua jempol tanganku menekan tombol huruf handphone-ku. Setelah beberapa kalimat tertulis, kubaca ulang. Lalu kuhapus dan aku mencoba menyusun kalimat baru lagi. Ah, tapi rasanya masih kurang. Harusnya seperti ini, tapi terlalu bertele-tele. Kemudian kalimat cukup panjang yang sudah hampir sepuluh menit kurangkai itu, pada akhirnya kuhapus lagi.

Aduh, kalau begini kapan aku bisa mengirimkan pesan ke Faiz. Padahal ini kesempatan bagus untuk memulai percakapan dengannya meski hanya lewat pesan WhatsApp (WA). Sebagai anggota tim, aku berhak untuk bertanya padanya, bukan? Kucoba menulis lagi, lalu mengucap basmallah dan klik, akhirnya terkirim.

Kuletakkan handphone di bawah bantal dengan tangan masih gemetar. Kupejamkan mata beberapa detik. Kutarik pelan handphone-ku dan kubuka sebelah mataku untuk mengintip status pesanku. Sudah centang dua, tapi belum berwarna biru.

Kenudian kumasukkan lagi handphone ke bawah bantal. Kali ini aku harus ke toilet dulu.

Saat kembali ke kamar, kudengar suara handphone-ku berbunyi. Ah, itu 'kan pesan WA. Dengan cepat kuambil handphone dan mengecek WA.

Hore, dibalas!

Aku tersenyum setelah kubaca balasan Faiz yang cukup panjang. Ya meski dia hanya menjelaskan tentang pertanyaanku terkait proyek yang akan kami kerjakan, tapi entah kenapa hatiku sudah sangat gembira. 

Comments

  1. DAFTAR ID GRATIS SABUNG AYAM ONLINE


    * KUNJUNGI SITUS KAMI DI *

    WWW.ID303.website


    MENANG BERAPAPUN, PASTI KAMI BAYAR !!! *

    minimal deposit 25rb , minimal wd 50rb


    BISA DEPOSIT DENGAN PULSA XL DAN TELKOMSEL


    * Melayani LiveChat 7 x 24 Jam Nonstop :

    - WA : 08125522303

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MUSTIKA RATU-MINYAK ZAITUN OLIVE OIL