ANANTA (PROLOG)



~PROLOG~


Juni 2018.

Aku baru tahu tentang pedihnya sebuah harapan, tepat di usiaku yang ke 26 lebih beberapa jam. Di kota ini, di tempat ini, di mana aku seorang diri hanya mampu memerintahkan jemariku untuk bergantian menyapu air mata yang tak lagi terbendung.

“Tuhan, mengapa ini harus terjadi? Kumohon bunuhlah cinta ini, saat ini juga! Aku ... aku sudah menyerah.”

Aku ingin berteriak tapi yang keluar hanya suara lirihku di antara berisiknya suara hujan yang deras, sederas air mataku saat ini.

Kubiarkan hujan memandikanku. Tak kupedulikan tatapan heran beberapa mata yang mengarah padaku. Aku hanya peduli bagaimana caranya agar aku tidak kembali ke sana, ke sebuah kota yang menjadi tempat tinggal lelaki bernama Faiz.

Bab 1 

Bab 2

Bab 3

Bab 4

Bab 5

Comments

  1. Mana nih lanjutannya?tanggung sampe bab 5 doang..hehe..endingnya gmn ntar?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

LOMBA MENULIS PUISI “JIKA INI ULANG TAHUN TERAKHIRKU”